Starbucks, Kopi, dan nongkrong

Starbucks adalah salah satu waralaba Warung Kopi milik Amerika yang sudah beroperasi di Indonesia cukup lama.
Dan bukan hanya di Indonesia tapi di berbagai negara.
Sebelum "wabah" warung Kopi modern menjamur di kota kota di Indonesia, Starbucks sudah berdiri. Bahkan bukan sekedar tempat seruput kopi. Jadi tempat kerja, tempat ketemu klien, kongkouw, dan nongkrong. Tentunya faktor utama yang dicari adalah kopinya. Ada beberapa jenis kopi yang ditawarkan di Starbucks. Dan bisa di custom juga.
Saya termasuk pecinta kopi dadakan, karena dunia kerja saya yang mengharuskan saya duduk seharian dan menahan kantuk di jam-jam tertentu. Akhirnya kopi sachetan jadi teman andalan. Dulunya berasa mules kalo minum kopi. Sekarang serasa pusing kalo tidak ngopi sehari.
Okay, balik ke Starbucks. Waralaba kopi ini memang sudah jadi favorit. Bahkan Starbucks ada di lokasi lokasi yang mudah dijangkau gampang terlihat dengan logo Putri duyung yang pake Mahkota berwarna Hijau Putih. Di Jakarta sendiri saya sering nongkrong, ketemu klien, meeting, dan habisin waktu lowong di Starbucks. Dulu waktu gaji masih cekak, duduk dan minum kopi di Starbucks terasa Wooow. Tapi sekarang dengan menjamurnya warung warung kopi modern yang harga per gelasnya bisa sama bahkan lebih dari Starbucks (dan faktor gaji gue juga udah naik, jadi dah bisa nongkrong di Starbucks 😁😎).
Dan di Starbucks bukan hanya Kopi, mereka juga punya menu Teh dan Minuman coklat. Bahkan snack yang ditawarkan untuk menemani kopi bisa dibilang enak.

Kopi sudah sejak lama jadi bagian hidup masyarakat. Bukan di Indonesia bahkan di dunia. Tentunya tidak asing mendengar kopi Robusta dan Arabica. Dan wilayah wilayah atau daerah penghasil kopi tertentu juga turut eksis dengan kopi yang dihasilkannya. Contoh Gayo, Toraja, Bali, dan lain-lain. Yang turut meramaikan per-Kopian di Indonesia (lebay dikit ya). Setiap daerah tersebut memiliki tanah, cuaca, suhu, iklim, kadar air, dll yang turut membuat kopi kopi dari daerah tersebut memiliki citarasa tersendiri. Dan yaaa.. hasil dan rasa kopi itu juga bergantung dari hal hal tersebut. Selain faktor Roasting buat hasil akhir yang juga menentukan.
Saat ini kopi telah menjadi gaya hidup. Bahkan yang terkait dengan kopi telah menghasilkan profesi profesi baru yang layak ditekuni. Kalau dulu yang kita ketahui hanya Petani Kopi dan penjual minuman kopi, sekarang sudah ada Kopi Tester, Barista, dll. Hal itu menandakan kopi bagian dari masyarakat yang dapat diandalkan.
Saya jadi ingat, dulu tiao kali traveling ke daerah daerah baru saya biasanya suka ke Warung warung kopi kampung. Dan mulai seruput kopi di warung kopi lokal. Bahkan dari warung kopi tersebut saya bisa punya berbincang dan dapat teman baru.
Nah du Jakarta (daerah tempat saya bekerja) , Starbucks jadi pilihan. Yaaa selain karena kopinya yg buat saya nendang, tempatnya juga enak. bahkan ada dua gerainya (Di Djakarta Theatre dan Hayam Wuruk Plaza) beroperasi 24 jam. Saya cukup beruntung tempat saya bekerja sebelahan langsung alias persis sebelahan sama Gerai Starbucks. Jadinya saat saya mngerjakan Side job, saya bisa minggat ke Starbucks Plaza Warly. Bahkan sepulang kerja jika malas bermacet macet ria, saya duduk nongkrong walau untuk baca koran atau buku, atau nonton Youtube (secara gratis Wifi :😁)
Minuman Favorit saya di Starbucks adalah Asian Dolce Latte untuk nongkrong dan Americano Ice untuk kerja. Untuk teh saya penggemar Green Tea Latte.
Kalau kamu apa Favoritmu?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekali Lagi, Film jadi sarana promosi daerah sebagai tujuan Wisata

Elevate Bitung City's Gastronomy as Nominator of UNESCO Creative Cities Network to the World Level.

FPSL 4-10 Oktober 2023??