Bintan destinasi Pariwisata Internasional
Jika bicara Pariwisata Internasional di Indonesia, dengan jelas yang akan muncul adalah Bali. Namun kali ini tidak akan membahas mengenai Bali.
Tapi sebuah pulau yang menjadi bagian dari propinsi Kepulauan Riau. Yaitu Bintan.
Karena sempat tinggal di Kota Batam, membawa saya untuk berkunjung ke Pulau Bintan.
Pulau Bintan sendiri merupakan pulau dengan luas 88.039 km persegi. Di area pulau Bintan juga terdapat kota Tanjung Pinang yang merupakan Ibukota Propinsi Kepulaua Riau. Pulau Bintan sendiri punya peranan penting sejak dahulu. Karena lokasinya juga yang masuk di wilayah perbatasan dengan negara tetangga. Belum lagi kerajaan Melayu. Dan asal muasal Bahasa Indonesia.
Saya sendiri mengenal Bintan dari Sosial Media itupun karena Kolam Renang terbesar di Asia Tenggaranya. Perjalanan dari Batam ke Tanjung Uban yang merupakan pelabuhan Ferry di pulau Bintan, ditrmpuh 30-45 menit.
Di berbagai area juga terdapat pelabuhan Ferry bahkan untuk tamu Internasional. Yang tentu saja dilengkapi dengan petugas Imigrasi dan Bea cukai.
Menyusur dari kota Tanjung Uban ke arah Utara yang oleh penduduk lokal disebut daerah lokasi wisata pantai terkenal. Benar saja di titik kunjungan pertama saya yaitu area Pantai Trikora, jalanan sungguh memukau mata. Bagaimana tidak jalanan yang letaknya di pinggiran garis pantai dengan Pantai Pasir Putih dah pemandangan yang sesekali diisi bebatuan besar di laut dan pulau pulau kecil. Belum lagi angin pantai yg menyejukkan. Bahkan garis pantainya lebih panjang dari pantai pasir putih Kuta yang terkenal. Sebagian kecil sudah berdiri resort resort hotel. Dari yang termurah untuk backpacker hingga untuk tamu yg menginginkan resort dengan fasilitas mewah.
Kagum karena pasir putihnya bersih dan warna air lautnya seperti turqoise. Terheran heran karena belum banyak wisatawan asing dari Eropa atau Amerika yang tahu tempat ini. Kalau untuk wisatawan Asia Tenggara yang sering berlibur pastinya tempat ini sudah pernah dikunjungi mereka.
Di area tertentu ada juga pantai yang dikelola oleh warga lokal.. dengan menwarkan penyewaan Gazebo dan juga menjual menu lokal dan Air Kelapa Muda. Yang kurang mungkin fasilitas seperti minimarket atau warung. Bahkan fasilitas seperti penjagaan pantai dan akses medis.
Tapi daerah pantai ini sangat menarik.. bahkan prospek menjadi daerah Pariwista Internasional menandingi Bali itu ada.
Bergerak dari pantai Trikora saya mengunjungi Lagoi. Karna sudah termakan berita mengenai Kolam Renang terbesar di Asia Tenggara.
Ternyata Lagoi ini merupakan daerah pengembangan dan Lokasis Khusus Pariwisata. Saya lebih kagum lagi. Karena jika ingin membayangkan daerahnya seperti apa, maka saya akan mengambil contoh daerah KEK Pariwisata atau kawasan pariwisata seperti Nusa Dua Bali. Areal yang merupakan kawasan pantai dengan hutan magngrove ini disulap oleh oara investow menjadi kawasan Pariwisata yang skalanya internasional. Di dalamnya terdapat jejeran hotel dan resort mewah, dengan pelabuhan Ferry Internasional, kawasan wisata alam mangrove, bahkan ada kebun Binatang.
Masuk ke area ini Lagoi ini berbayar. Untuk ukuran kawasan internasional cukup memadai. Selain jalannya yang lebar dan mulus, kawasan ini juga aman bagi semua pengendara. Sejak masuk gerbang memang hanya pemandangan hutan dinkiri dan kanan dengan jalan modern aspal mulus dan hiasan lampu di tengan yangrmbahi kedua area jalan. Ujung jalannya adalah dermaga Pelabuhan Ferry
Biasanya ramai pada akhir pekan karena banyaknya tamu dari Malaysia dan Singapura.
Seperti tujuan awalnya yaitu ke Lagoi Bintan yang merupakan tempat kolam renang terbesar. Untuk masuk ke kawasan ini per orang dikenakan biaya Rp. 250.000-1.500.000
Dengan pilihan paket untuk keliling kolam dan resort atau untuk wisata alam bahkan kayakking. Kolam renang yang besarnya 6 hektar ini cukup ramai di berbagai sisi. Karena terdapat hotel dan resort yang terhubung dengan kolamhya langsung, juga beberapa restaurant internasional yang ternyata tamunya turis Eropa dan Amerika. Mengingat menu makanan yang ditawarkan memang menyasar negara tersebut.
Mengambil paket berkeliling kolam danr rsorrt beserta tour guide.. kami dijelaskan mengenai luas kolam, fasilitas yang kami lewati, kegiatan promo sepekan dan total jumlah pengunjung. Menariknya Tour Guide fasih berbahasa Mandarin dan Inggris.
Kami juga mengunjungi Glamping Mewah yang ada di lokasi.. menarik sekali kemasan konsep Pariwisata yang Ada.
Meteka juga menyisipkan tarian Melayu dan menceritakan bahwa daerah ini merupakan asal Bahasa Indonesia.
Komentar
Posting Komentar