Solo Traveler ke Kuala Lumpur dan Dua tempat gratis (recommended).
Pertama kali ke Kuala Lumpur (Solo traveler)
Readers..
Buat kalian yang pertama kali ke Kuala Lumpur dan Travelling sendirian atau Solo Traveler, saya ingin memberikan beberapa penjelasannya semoga membantu perjalanan teman teman semua yaa.
Kuala Lumpur adalah Ibukota Malaysia. Dan sebagai Ibukota negara tentunya kota ini maju dan modern. Most good news-nya adalah kota ini sangat aman untuk Solo Traveler atau yang berencana liburan / jalan jalan sendiri kesana. Dan tidak terlalu terkendala masalah bahasa. Jadi tidak perlu cas cis cus Bahasa Inggris.
Nah hal yang harus dilakukan pertama tentunya cari tiket termurah dan sesuai dengan jadwal.
Saat pertama kali solo traveler kesana saya berencana menghabiskan 3 hari 2 malam disana.
Searching via www.airasia.com dapatlah tiket PP JKT-KL-JKT Rp.849.000,-. Trus searching tempat tempat menarik yang ingin dikunjungi dalam waktu 3 hari 2 malam. Akhirnya saya putuskan untuk hari pertama jalan jalan di sekitar wilayah Kuala Lumpur. Yang ingin saya kunjungi adalah Batu Caves pada siang hari trus malamnya lihat Twin Towers (karena info dari temen di Kuala Lumpur Twin Towers justru bagus disaat lampunya nyala alias malam)
Pesawat yang saya tumpangi Air Asia berangkat jam 08.35. Perjalanan Ke Kuala Lumpur ditempuh 2 jam. Namun berbeda satu jam dengan Jakarta.
Saya tiba di Kuala Lumpur jam 11.35 (waktu setempat).
Kuala Lumpur memiliki 2 bandara International yang punya Penerbangan Langsung dari Jakarta dan kota kota lain di Indonesia. Nah jika kita naik pesawat Air Asia atau Low Cost Carrier lainnya turunya di KLIA 2 (Kuala Lumpur International Airport 2).
Sesampainya disana langsung digiring proses Imigrasi, dan juga cari Counter yang jual SIM Card lokal Malaysia. Sebelum antri Imigrasi, counter Sim Cardnya ada di sebelah kiri. Ada beberapa pilihan Sim Card. Tapi saya memilih Hot Link ( kalo tidak salah) dengan harga seitar 20 -an Ringgit untuk pemakaian 7 hari dan sudah include paket data + Telepon + SMS.
Setelah melewati proses Imigrasi, saya harus melanjutkan perjalanan ke kota Kuala Lumpur.
Alat transportasi yang menjadi pilihan ada banyak (bagusnya) dan harga terjangkau. Bisa dengan Kereta KLIA Express , Bus , Taxi , atau Taxi Online (Grab, Uber). Nah untuk kita pengguna Aplikasi Grab dan Uber, tidak perlu download lagi aplikasi tersebut. Karena otomatis menyesuaikan dengan Negara yang kita tuju. Termasuk mata uang untuk pembayaran yang menjadi tarif di Aplikasi. Sudah dihitung dengan Mata uang negara sana. Nah enaknya lagi harganya ngak jauh beda dengan Kereta, Bus, Taxi. Bahkan bisa lebih murah.
Nah saat tiba disana saya naik Grab dari KLIA Express 2 menuju hotel tempat saya nginap di jalan P.Ramlee hotelnya Cabbana Inn. Biayanya 65 Ringgit. Belum termasuk biaya tol.
Sebagai contoh perbandingan biaya, efisiensi, dan waktu buat kalia :Jika sendirian lebih baik naik kereta cepat KLIA Express ngan biaya 55 Ringgit. yang akan turun di KL Sentral lalu bisa dilanjutkan dengan Bus atau Monorail lagi.
Di Kuala Lumpur ada ada beberapa tempat yang murah bahkan gratis untuk turis. Yang pertama tentunya Twin Towers atau Menara Kembar Petronas yang merupakan Landmark kota Kuala Lumpur. Tempat ini gratis (kecuali naik ke towernya ya).
Rasanya ngak afdol juga kalo ke Kuala Lumpur ngak mampir kesana. Walaupun foto foto banyak ancur kadur, setidaknya adalah foto biat pembuktian bahwa sudah ke Kuala Lumpur. Hehehehe.
Oh iya di Twin Towers juga ada pertunjukkan Fountain Dance. Itulooh air mancur yang nari nati ngikutin musik yang di puter. Mirip dengan Fountain Dance yang ada di Monas sekarang. Sama yang ada di Monas. Ini juga gratis tis tis lho.
Tempat selanjutnya yang gratis buat turis yaitu ; Batu Caves. Lokasinya tidak terlalu jauh dari tengah kota, atau Twin Towers. Kalau kesini bagusnya pagi sebelum jam 10. Atau sore. Biar ngak panas panas banget.
Nah Batu Caves ini ada patung dari salah satu dewa Hindu. Tinggi banget. Dan disampingnya ada anak tangga yang panjang banget buat naik sampe ke tengah tebing. Nah ujung tangga (di pinggir tebing itu) merupakan pintu masuk goa. Dan di dalam goe yang ternyata dalamnya luas dan gede bak lapangan sepakbola itu ada kuil kuil hindu yang digunakan pemeluk agama hindu untuk sembahyang. Dan satu lagi yang menarik di tempat ini. Banyak monyet yang berkeliaran dari bawah tangga sampai atas di dalam gua. Setiap kali ke Kuala Lumpur entah kenapa saya selalu mampir kesini. Hehehe. Soalnya view tebing batu batunya itu asli keren banget. Saya juga suka takjub sama gua yang ada di dalam atau di balik tebing tebing batu itu. Udah gitu guanya punya lubang besar di tengahnya. Jadi kalau hujan cari payung.
Nah buat yg ngak rajin olahraga kayak sya kemaren, menaiki anak tangganya lumayan melelahkan. Hehehe.
Nah itu dua tempat yang saya rekomendasikan untuk pembaca yang baru atau hendak menuju Kuala Lumpur.
(tukang jalan jalan beraksi di Kuala Lumpur. Yupp. Awalnya bukan sesuatu yang direncanakan. Namun apa daya karena tiket Air Asia promo dengan harga Rp. 849.000 untuk Jakarta-Kuala Lumpur-Jakarta, membuat kaki tiba tiba gatal (hahahaha.. lebaaay)
Yup tiket di tanggal 21 Oktober jam 8.35 Air Asia menuju ke Kuala Lumpur. Tas Ransel andalan dah di punggung. Baju buat 3 hari. Snack ringan. Jam 4.50 order Gojek ke Gambir. Secara rumah aku lebih deket ke Gambir yang ada Damri ke bandara. Dari Gambir naik Damri ke bandara terminal 2F tarifnya Rp. 40.000,-. Setelah proses imigrasi, aw tancap ke ruang tunggu. Ngak lama boarding. Nah untuk penerbangan ke Kuala Lumpur waktu tempuhnya cuman 2 jam. Jadi lumayan recommende buat kalian yang mau latihan jadi traveler 😀😉)
Komentar
Posting Komentar