Pengaruh Film Laskar Pelangi dalam memajukan Pariwisata Belitung

Pengaruh Film Laskar Pelangi dalam memajukan Pariwisata Belitung

Jika ada yang ingin bertanya bagaimana sebuah Film dapat memajukan Pariwisata suatru daerah , maka saya ingin mneyebut film Laskar Pelangi sebagai suatu contoh kesuksesan dalam memajukan pariwisata Belitung. Ini adalah hasil pengalaman saya pribadi sebagai pembaca Novelnya, penonton Filmnya, dan traveler yang berkunjung ke Belitung.
Sebelum lanjut saya ingin memberikan gambaran singkat mengenai Belitung yang menjadi setting atau lokasi pengambilan gambar Film Laskar Pelangi.
Belitung adalah nama sebuah pulau diantara pulau Sumatera dan pulau Kalimantan. Pulau Belitung menjadi bagian dari Propinsi Kepulauan Bangka Belitung atau disingkat Babel. Propinsi ini merupakan pemerakan Propinsi Sumatera Selatan yang disahkan pemerintahannya pada tahun 2001. Pulau Belitung terkenal sebagai penghasil timah. Hal itulah yang membuat pemburu timah datang untuk menambang timah di Belitung, tak terkecuali warga lokal Pulau Belitung. Namun masa kejayaan Timah dapat dikatakan berakhir di awal tahun 2000-an. Dengan diperketatnya aturan pertambangan timah dan mungkin berkurangnya jumlah timah, maka yang tersisa adalah lubang lubang sisa pertambangan yang jika dilihat dari udara seperti bocel-bocel (kawah-kawah) di planet Mars tapi beda warna.
Laskar Pelangi adalah judul salah satu Novel yang ditulis oleh Andrea Hirata. Andrea sendiri adalah seorang penulis Indonesia yang lahir di Belitung. Dia juga bersekolah disana. Novel Laskar Pelangi yang ditulisnya (menyusul Film lainnya ; Sang Pemimpi dan Edensor) yang kemudian diangkat menjadi Film oleh Produser kenamaan Mira Lesmana lewat Mirles Production untuk dijadikan film.  Bisa dibilang film ini sukses dengan berbagai alasan; framing-spectator-eye sang Sutradara Riri Riza, kekuatan cerita “Nyata” yang sudah memiliki pembaca setia, gambar-gambar yang berlatar belakang keindahahn pulau Belitung, akting para pemerannya (Lukman Sardi, Cut Mini, Tora Sudiro,dll ). Tentunya wajar bila Film yang berjudul sama dengan novel (bahkan Soundtracknya) ini mendapatkan jumlah penonton yang fantastis bahkan menjadi film Indonesia dengan Penonton terbanyak tahun 2008 hingga tahun 2016 (rekor dipecahkan oleh Warkop DKI Reborn part 1).
Nah di bulan Oktober (2017) kemarin saya mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke Belitung dan pulau pulau sekitarnya. Penerbangan ke Belitung dari Jakarta dilayani hampir seluruh masakpai penerbangan.  Jadi sebgaai daerah wisata baru soal transportasi udari dari dan ke Jakarta bisa dibilang aman. Dalam artian tidak perlu takut kesusahan (banget) dalam mengatur hari , jam, dan jadwal berkunjung ke Belitung. Kalau saya pribadi ukurannya adalah bila maskapai Garuda Indonesia (www.garuda-indonesia.com) sudah ada penerbangan langsung itu menandakan daerah tersebut sudah banyak yang berkunjung. Tapi itu bukan ukuran lho.
Jarak tempuh yang kurang lebih satu jam dari Jakarta menuju Tanjung Pandan (bandara H.A.S Hanandjoeddin) buat saya memilih penerbangan paling pagi. Saya tiba pukul 7.20 pagi dengan pesawat  Sriwijaya Air (www.sriwijayaair.co.id). Sewaktu di udara, daerah Belitung daratan itu terlihat bocel bocel warna biru. Jadi terlihat seperti Planet Mars versi warna biru. Bandaranya bisa dibilang kecil, walaupun sudah menjadi bandara Internasional. Kecil dalam artian seperti bandara bandara lain diluar pulau Jawa dan kota besar lainnya (bandingkan dengan bandara Juanda atau Semarang).
Ternyata di Bandara H.A.S  Hanandjoeddin pagi itu sudah ramai. Ternyata banyak juga yang mengambil penerbangan pagi seperti saya. Setiba di bandara saya disambut beberapa space iklan dengan tulisan Selamat datang di Negeri “Laskar Pelangi”. Isi kepala saya langsung tayangan film Laskar Pelangi. Saya rasa pikiran seperti ini bukan di saya saja. Karena pasti semua yang kesini atau yang mendengar nama Belitung otomatis langsung membayangkan cuplikan film Laskar Pelangi atau wajah Andrea Hirata (www.andrea-hirata.com). Dalam artian saking lekatnya film karya Andrea itu dan salah satu cara mengetahui seperti apa gambaran Belitung ya dari Film itu. Bukan berpromosi tapi saya harus bercerita sesuai dengan pengalaman saya. Tulisan tulisan seperti Negeri Laskar Pelangi itu bukan hanya jadi slogan di space iklan di Bandara, hampir di semua tempat yang saya datangi di Belitung pasti ada tulisan Laskar Pelangi. Bahkan ada yang di alihbahasakan dalam versi bahasa inggris “Rainbow Troops”. 
Hari itu driver saya adalah seorang warga lokal, namanya Gojing. Saya plesetkan Jigong. Pas sampe saya punya kejadian lucu yang tidak mengenakan. Dan pasti bikin ketawa (silahkan baca di tulisan saya yang lain). Karena dia adalah warga lokal yang lahir, besar dan berbahasa daerah Belitung pertanyaan dan keinginan saya yang nyeleneh pun ditanggapin dengan baik oleh bang Jigong ini. Tak lupa saya tanyain kalo dulu profesi dia apa, dengan polos dia menjawab nelayan. Bang Gojing juga bercerita bahwa dia beralih profesi semenjak pamannya membuka usaha Travel dan dia ikut terjun bekerja dengan sang paman sebagai driver. Dan sekarang Bang Gojing ini sudah punya sendiri beberapa kendaraan yang semuanya disewakan untuk tamu yang berkunjung ke Belitung. Bisa dibilang hidupnya mengalami peningkatan setelah terjun di bisnis pariwisata. Dari bang Gojing saya dikenalin sama Mas Bayu (saya panggil mas karena dia ngakunya berdarah Jawa). Mas Bayu ini adalah Fotografer sekaligus Dronegrafer (masa bilang tukang drone). Dia sih mahasiswa slengean yang juga sering diajak bang Gojing kerjasama terutama melayani tamu atau turis yang bawel kayak saya.
Saat di tempat belanja oleh oleh atau cinderamata, hampir semua cinderamatanya ada tulisan Laskar Pelangi (selain I Love Belitung, Belitung, Welcome to Belitung) intinya Belitung adalah negeri Laskar Pelangi dan Laskar Pelangi is Belitung. Dan referensi tempat tempat yang ingin dikunjungi sudah disusun berdasarkan apa yang ada di film. Oh iya bahkan rata rata para Travel Agent atau perseorangan yang menjual paket Tour itu menjual paketan dengan nama Trip Ke negeri Laskar Pelangi, Paket Tour Laskar Pelangi, dll yang serba Laskar Pelangi.
Tapi seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, kita yang bukan penduduk Belitung atau yang akan men-Turiskan diri kesana akan menjadikan Film Laskar Pelangi sebagai referensi. Contoh, tempat yang ingin saya kunjungi adalah pantai Manggar yang ada di Film itu. Terus pantai yang ada batu batu granitnya tempat adegan para anggota Laskar Pelangi main. Pulau berpasir putih yang ada mescusuar. Sama bekas galian tambang timah. Dan saya juga ingin mengunjungi sekolah Muhammadiyah Gantong. Well, semuanya dari film Laskar Pelangi. Dan itu juga yang dijual dalam paket paket tour. Sebutan Laskar Pelangi yang awalnya sebagai Judul novel, kemudian jadi judul Film dan soundtrack lagu (pun jadi sebutan lain buat Belitung). Intinya serba serba Laskar Pelangi. Nah informasi saja buat kalian, sekolah para Laskar Pelangi di Belitung juga sudah dibuatkan replikanya. Persis seperti yang digambarkan oleh Andrea Hirata. Tujuan awalnya adalah untuk pembuatan Film Laskar Pelangi. Replika tersebut yang menjadi salah satu tempat wisata. Bahkan saat saya kesana, situasinya rame dengan pengunjung dari luar daerah dan dari daerah sekitar Belitung. Dan di lokasi itu sudah lengkap dengan berbagai fasilitas umum seperti WC umum, toko toko penjual souvenir /makanan, Mushola, parkiran luas, bahkan tempat nongkrong buat leyeh leyeh. Suasana di bangunan sekolah sendiri seperti sedang ada di Film Laskar Pelangi. Itu pengalaman saya lho. 
Disini saya sempat di foto oleh mas Bayu depan tiang bendera depan sekolah (disuruh meniru gaya para Laskar Pelangi lagi upacara). Walaupun nama sekolah itu sebenarnya SD Muhammadiyah Gantong, tapi karena para wisatawan atau para warga lokal sering menyebutnya sekolah Laskar Pelangi, jadilah sekolah Laskar Pelangi. Saya juga beli beberapa gantungan kunci yang ada tulisannya Laskar Pelangi.


Hmm.. ternyata pengaruh film itu sangat besar untuk menunjang Pariwisata. Saya juga harus akui usaha pemerintah dan masyarakat Belitung yang berpromosi dengan sangat gencarnya mengenai pariwisata mereka. Hingga Belitung menjadi salah satu daerah Wisata yang ingin dikunjungi banyak orang. Jadi bisa dibilang Film Laskar Pelagi punya andil besar dalam Pariwisata Belitung.

Dan buat kalian yang sudah nonton Laskar Pelangi, ayoo kunjungi Belitung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekali Lagi, Film jadi sarana promosi daerah sebagai tujuan Wisata

Elevate Bitung City's Gastronomy as Nominator of UNESCO Creative Cities Network to the World Level.

FPSL 4-10 Oktober 2023??