Perbedaan Hotel dan Hostel ?
Perbedaan Hotel dan Hostel
(Hotel ngak ada huruf “S” dan
Hostel ada huruf “S) hehhehe
Karena kemajuan teknologi dan
kemudahan untuk memperoleh tiket pesawat dan akses informasi ke suatu tempat,
saat ini yang namanya travelling ngak sesusah dulu. Selain tiket pesawat dan
atraksi yang akan dikunjungi , tempat menginap juga satu hal penting buat para
Traveler.
Saat ini banyak yang menginformasikan
jika Travelling dengan budget cekak alias pas (pas tipis di kantong) sebaiknya
memilih penginapan seperti Hostel bukan Hotel. Di situs-situs yang menawarkan
Hotel pun, Hostel juga sudah bisa ditemuin (sekali lagi faktor kemajuan
teknologi dan informasi yang menyebabkan itu terjadi).
Lalu pertanyaannya adalah Apa
perbedaan Hotel dan Hostel?
Yaaa tentunya yang pertama Hotel
ditulis tanpa huruf “S” di tengahnya dan Hostel ada huruf “S” di tengahnya.
Hehehhe. Maaf.
Hotel cenderung kamar dengan
fasilitas yang biasanya didapat seperti : kamar, tempat tidur kualitas lumayan
tergantung bintang dan kelas, perlatan mandi yang terdiri dari handuk sabun
sikat gigi shampoo dan sabun mandi, dalam
kamar juga ada meja toiletries, biasanya juga ada fasilitas Sarapan atau
tergantung pilihan yang ditawarkan dan keinginan tamu untuk sarapan di hotel
atau tidak . Yang pasti Hotel memiliki kamar untuk tamu - tamunya, maksimum tamu dalam kamar adalah 4 orang
(family room). Hotel segala sesuatu serba terlayani. Dalam artian bila kita
makan di restoran hotel, udah ada yang angkatin piring kita dan cuciin. Harga
yang ditawarkan pun seiring dengan apa yang kita dapat.
Bangunan Hotel biasanya khusus, tidak gabungan dengan area lain yang jauh berbeda core bisnis Hospitality. Atau
bisa dibilang Hotel punya lahan dan bangunan sendiri dan kalaupun ada yang
segedung ditempat atau dijadikan tempat yang lain, itu biasanya Hotelnya yang
duluan menempati. Contoh Hotel Indonesia, ada Shopping Mallnya.
Kamar Hotel sekecil kecilnya
pasti bisa buat 2 orang lalu lapang tanpa nyenggol. Dan biasanya disediakan
lemari. Saat ini sesuai kebutuhan ada beberapa hotel yang kelasnya “bisnis”
atau “budget” hotel. Biasanya mereka menyediakan pengganti lemari, dengan punya
tempat khusus buat gantung atau taruh baju. Seperti di Ibis Budget Cikini
Jakarta, ada tempat untuk menaruh baju dan menggantungnya tapi terbuka alias
ngak ada tutupnya kayak Lemari.
Hostel menyediakan kamar dengan
sistem berbagi kamar. Artinya dalam satu
kamar bisa lebih dari 4 orang dengan jumlah tempat tidur lebih dari empat.
Fasilitas di Hostel lebih seadanya bila dibandingkan dengan Hotel. Jadi dapat tempat
tidur, selimut, dan kamar mandi yang biasanya share atau berbagi dengan
penghuni lain. Bisa dibilang kayak asrama.
Di Hostel kita biasanya tidak dapat
sarapan, namun sekarang sudah banyak Hostel yang langsung menawarkan paket
tempat tidur/room dengan sarapan di situs situs penjualan kamar Hotel. Biar
bisa bersaing dnegan hostel yang lain mungkin. Nah saat di Hostel sistem yang
dilakukan adalah Self Service. Contoh saat selesai Sarapan pagi, jangan harap
ada yang mo angkatin piring dan gelas kotor kita, trus mencucikan buat kita.
Justru kitalah yang harus angkat piring dan gelas kita lalu mencucinya sendiri.
Hal inilah yang paling mencolok perbedaannya dengan Hotel. Kalau makanannya
standar prasmanan ala rumahan. Mungkin kalau hostel di Indonesia adanya nasi
goreng sama teh. Kalau di negara tetangga seperti Singapore yang ada Roti sama
selai ,sereal plus kopi sama Teh.
Dari segi bangunan Hostel biasanya menempati
bangunan yang ada di tempat tempat yang gampang diakses dan dekat dengan pusat
perbelanjaan, jalan raya,rumah sakit, stasiun atau tempat tempat tertentu yang
jadi tujuan wisatawan. Contohnya di seputar daerah Bugis Street di Singapore.
Jalan sekitar Bugis banyak Hostel Hostel. Biasanya menempati area di lantai dua
atau tiga. Dan bawahnya kalau bukan restaurant atau tempat jualan ataupun
kantor. Jadi dalam satu bangunan itu bisa berbagi lantai dnegan unit usaha
lain.
Urusan tempat tidur, biasanya
kasurnya Empuk seperti di hotel. Hanya saja di Hostel tersedia Bunk Bed atau
tempat tidur “Asrama” alias tempat tidur bertingkat. Dan lemari yang berbentuk
Loker. Bukan Lemari gede seperti di Hotel.
Namun saat ini banyak Hostel yang
juga menyediakan Private Room yang bisa diisi oleh 2 orang tamu dengan satu
kamar mandi.
Mungkin dapat saya simpulkan
untuk perbedaan Hotel dan Hostel adalah :
1. Kamar.
Di hotel lebih privat dengan luas yang sesuai standart bintang dan kelasnya
(serta harganya!). Kemudian maksimum 2 – 4 orang dalam sekamar sesuai tempat
tidur yang disediakan twin atau double plus extra bed. Bila di Hostel satu
kamar ukuran sekamar hotel bisa diisi oleh beberapa tamu dengan beberapa tempat
tidur yang biasanya tempat tidurnya
adalah Bunk Bed alias tempat tidur “asrama” atau bertingkat.
Di kamar Hotel
biasanya tersedia lemari ataupun meja kursi untuk berdandan. Sedangkan di
Hostel kita hanya dapat loker yang biasanya hanya muat untuk koper kecil. Di
dalam kamar disediakan satu cermin besar buat semua penghuni kamar yang mau
dandan atau lihat kerpaihan diri (hehehhe)
2. Kamar
Mandi. Di Hotel kamar mandi tersedia setiap kamar. Jadi bisa dibilang kamar
mandi untuk sekamar dua orang. Atau kalau kita nginap sendiri ya buat pake
sendiri. Untuk Hostel karena sekamar isinya bisa lebih dari 4 orang nah kita
harus berbagi kamar mandi dengan orang orang yang di kamar. Nah kamar mandi hostel itu biasanya diluar kamar.
3. Fasilitas.
Bila di hotel kita dikasih Handuk, sabun, shampoo, sikat gigi, sandal. Nah di
Hostel biasanya cuman dapat temapt tidur sama handuk. Yang lainnya kalo mau
berbayar.
4. Sarapan.
Biasanya di Hotel prasmanan sesuai kelas dan bintang. Dan terdiri paket menu
lengkap. Jadi ada appetizer (walau hanya satu macam aja , biasanya di hotel
bintang 1-2), makanan pokok, buah dan kopi teh atau jus. Kalau di Hostel hanya
satu macam aja. Disertai Kopi sama teh. Contoh: senin di kasih nasi goreng sama
kopi dan teh. Besoknya dikasih Roti sama 3 macam selai sama kopi dan selai. Dan disiapkan peralatan makan hingga masak. Dan selesei makan, kalian cuci sendiri peralatan makannya.
5. Bangunan.
Hotel biasanya punya atau menempati bangunan sendiri dengan lokasi sendiri.
Kalaupun sekarang banyak bergabung alias share atau berbagi bangunan jika core
bisnisnya sama sama di hospitality. Sedangkan Hostel pastinya berbagung dan
berbagi dengan bisnis bisnis yang lain. Yang biasanya beda pemilikc dan beda
core bisnisnya. Contoh di lantai satu adalah kantor pemasaran air minum,
restaurat, kantor cabang franchise atasnya baru hostel. Dan lokasi Hostel pasti
berdekatan dengan Shopping mall, jalan raya, halte bus, stasiun, pasar modern,
atau tempat tempat yang banyak dikunjungi wisatawan.
Jadi kalau mau
mencari Hostel cari aja diseputaran tempat wisata, stasiun kereta, perbelanjaan.
Pasti ada.
6. Service.
Di hotel saat kita masuk pintu sudah dibukain sama bell boy atau staff staff
yang bertugas. Bahkan barang bawaan kita dibawakan. Bisa jadi sampe kamar. Kita
bisa order atau pesan makanan yang nantinya diantar ke kamar atau Room Service.
Bisa laundry baju karena ada petugas linennya yang menangani. Bajunya diambilin
dan diantar ke kamar. Saat makan di restaurantnya juga kita dilayani dengan
baik.
Di Hostel full Self Service. Maksudnya segala sesuatu kita lakukan sendiri. Jadi jangan
berharap ada staff hostel yang datang bukain pintu dan bawain barang ke kamar.
Ngak bakalan ada. Atau yang paling menyolok biasanya setelah sarapan, piring
dan gelas kotor kita jangan berharap diangkatin dan dicuciin. Kita yang harus
mengangkat dan mencucinya sendiri. Disni terlihat kan bedanya. Untuk urusan
laundry, di Hotel kita tinggal angkat telp dan staff laundry atau linen hotel
yang ambil baju kotor dan balikin udah bersih. Di Hostel menyediakan mesin
laundry yang biasanya pake coin lalu tungguin dech tuch mesinnya cuci sampe
kering trus ambil. Setrika sendiri. Setrika disiapin. Hehehehe.
Jadi bila di
hotel kita dilayani dengan sistem tamu adalah Raja, di Hsotel kita adalah yang
punya rumah.
7. Harga.Tentunya
dengan penjelasan saya diatas mengenai perbedaan Hotel dan Hostel, teman teman
sudah bisa membayangkan beda jauh harga antara Hotel dan Hostel. Nah tentunya
setara dengan apa yang kita dapat. Namun ada juga hotel dan hostel yang
harganya tdak jauh berbeda. Nah untuk hal tersebut teman teman perlu membaca
dengan seksama keterangan dan fasilitas
mengenai hotel dan Hostel tersebut. Contoh dulu pernah membeli kamar Hotel
tanpa membaca dengan cermat dan searching lokasi hotel. Harga hotel dan Hostel
cuman lima puluh ribu. Ternyata oh ternyata, Hotel tersebut lokasinya di
pinggiran kota. Jauh dari akses transportasi umum!. Tapi pernah juga dapat hostel bagus, di tengah kota. Bahkan pintu ke hostelnya itu diantara Starbuck dan McDinald. Harganya setelah dapat promo dan diskon hanya tujuh puluh lima ribu per malam untuk kamar dorm isinya empat orang khusus cewek. Dapat sarapan sereal, roti, buah plus kopi dan teh.
Nah itu
rangkuman perbedaan antara Hotel dan Hostel. Mungkin teman teman yang awam atau
hendak Travelling bisa jadiin pertimbangan. Kalau ditanya plus minusnya,
jawaban saya relatif. Karena yang baik buat saya belum tentu baik buat teman
teman.
Yang pasti buat saya Hotel lebih privat. Sedangkan Hostel saya bisa ketemu dan kenalan dengan orang
orang baru dari mana saja. Bahkan bisa dibayangkan sekamar dengan mereka.
Oh iya pertama
kali saya menginap di hostel saat saya ke Singapura. Travelling sendirian , Solo alias Single. Karena di awal saya akan travelling dengan adik saya, trus
dia berubah ngak jadi berangkat. Saya terpaksa mengubah reservasi jadi jatah 2
tempat tidur untuk 4 hari / malam jadi 8 hari / malam. Tapi saya lupa kalau
pesanan awal adalah kamar Mixed Dormitory alias campur (laki & perempuan). Pas nginap di hari
pertama, sempat kaget juga karena ternyata saya sekamar dengan dua orang pria.
Yang satu warga negara Malaysia dan yang satu Jepang. Kebayang dong Wanita
Indonesia jalan sendirian (jomblo pula wkwkkwkw) trus tidur berbagi kamar alias
sekamar dengan orang dari antah berantah mana, pria pula. Jadi fix hari
pertama susah memejamkan mata. Alias ngak bisa tidur tenang. Besok pagi pas ke
kamar mandi lebih syok lagi. Ampun dech Pria Jepang ( takut bilang Cowok Jepang) mau masuk kamar mandi cuman pake handuk
kecil doang!. Amsyong ngak tuch. Nah untungnya kamar mandinya terdiri dari
beberapa kamar mandi atau udah dibagi bilah bilah buat mandi ada 2 dan WC juga
ada 2. Depannya 4 wastafel untuk sikat gigi dan cuci muka. Untungnya di
Singapura soal keamanan terjamin. Dan para pengguna Hostel juga sudah paham betul bagaimana berprilaku disana. Jadi saya melewati beberapa malam dengan aman. Saya pribadi tidak terlalu terbuka seperti traveler lain yang ketika dapet kamar Mix pasti kenalan dan menjalin persahabatan, atau ada yang bisa langsung kongkow liburan bersama ke lokasi wisata yang ada. Sekalian hemat budget biasanya.
(Nah karena sekarang sudah mengandalkan internet, saya cenderung lihat fasilitas Wifi gratis atau tidak. Hehehe.)
Setiap kali
travelling atau bepergian saya biasanya tipe “Save the best for the last”. Jadi
metode saya kayak gini : kalau rencana travelling seminggu alias 7 hari saya
akan menginap di Hostel dari hari pertama – hari keenam. Kemudian hari terakhir
saya pasti pindah ke Hotel yang ada bintangnya dan saya juga ngak punya banyak aktivitas di luar hotel. Alias benar-benar menikmati fasilitas dan kamar yang sudah saya bayar lumayan (mahal).
Mungkin seperti itu pengalaman
saya. Nah kembali lagi pilihan di tangan teman teman. Hotel atau Hostel.
Komentar
Posting Komentar